Gunung Sampah Makin Tinggi, Pemkot Bekasi Pinta ke Anies Jadikan Sampah Bantargebang Energi Terbarukan

Tempat Pembuangan Sampah Terpadu TPST Bantargebang. [doc.net]
banner 120x600

KLISE.NEWS, KOTA BEKASI — Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya tengah mengkaji kembali perjanjian kerja sama terkait Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Dalam perjanjian kerja sama yang telah dibahas, Pemkot Bekasi akan turut berupaya dalam mengurangi volume sampah di lokasi tersebut.

“Kita hanya ikut bagaimana supaya deposit (sampah) itu tidak bertambah. Makanya kita minta di situ ada pusat pengelolaan sampah terpadu yang menjadi energi terbarukan,” ujar Rahmat saat ditemui di kawasan DPRD Kota Bekasi. Kamis (23/09/2021).

BACA JUGA : Makam Keluarga Ditengah Gunung Sampah Belum Terealisasi, Kapan Dipindahkan Pak?

Ia mengatakan, pihaknya hati-hati mengevaluasi kelanjutan kerja sama TPST Bantargebang. Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi meminta Pemprov DKI Jakarta membangun pusat pengelolaan sampah terpadu menjadi energi terbarukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang terus menggunung di TPST Bantargebang. Pemkot Bekasi memang membutuhkan dana kompensasi TPST Bantargebang. Meski begitu, pihaknya juga memahami bahwa saat ini APBD Pemprov DKI Jakarta ikut terdampak pandemi.

“Kalau soal kebutuhan (anggaran) dalam kondisi sekarang ini semua juga butuh, hanya yang menghormati. Yang sekarang terdampak bukan DKI saja, bukan kota, APBN pun juga terdampak pandemi. Makanya kita hati-hati betul untuk mengevaluasi ini, kerja sama ini,” ujarnya.