Reklame Kota Bekasi Mengalami Kebocoran Mencapai Miliaran Rupiah

Ilustrasi [doc.net]

KLISE.NEWS, KOTA BEKASI — Keritikan pedas disampaikan dari pemerhati keuangan negara, Hery Pandapotan panggilan akrabnya Bob mengatakan ribuan titik reklame dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi jadi permainan sulap sejumlah oknum. Akibatnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak reklame mengalami potensi “kebocoran” sejumlah Rp 6 milliar lebih.

“Iya, betul. PAD Pemkot Bekasi dari sektor tersebut mengalami kebocoran senilai 6 miliar rupiah,” kata Bob sebagai Dewan Pendiri Jendela Komunikasi dalam Siaran Pers melalui pesan WhatsApp (WA) yang diterima redaksi, belum lama ini.

Menurutnya, kebocoran itu terjadi akibat permainan sulap dalam pengelolaan PAD dari sektor pajak reklame tahun 2019 sampai dengan Triwulan III 2020.

Dijelaskannya, berdasarkan data yang dihimpun. Reklame yang belum ada izin tapi terpasang, sebanyak 1.109 titik. Adapun rinciannya, Jenis Billboard, ada 1.106 titik. Dimana setelah dikalkulasi luasnya 3.723 meter persegi dan jika dijumlahkan rupiahnya mencapai Rp4.368.662.030,-.

Kemudian, Dewan Pendiri Jendela Komunikasi itu juga menjelaskan, bukan hanya Jenis Billboard saja tapi juga ada Jenis Videotron/LED. Dimana jumlahnya ada 3 titik dan luasnya 1,88 meter persegi. Jika dijumlahkan rupiahnya mencapai Rp2.513.025,-.