Universitas Moestopo Gelar FGD Terkait Identitas Bangsa

Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dan Institut Seni dan Budaya Indonesia Bandung Menggelar Forum Group Discussion. [doc.klise]
banner 120x600

KLISE.NEWS, JAKARTA – Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dan Institut Seni dan Budaya Indonesia Bandung kembali berkolaborasi menggelar diskusi kelompok terfokus (Forum Group Discussion) untuk mendiskusikan identitas bangsa dari sudut pandang ilmu seni, hubungan internasional, komunikasi, dan ekonomi.

Kolaborasi yang sudah memasuki tahun ke-3 ini membedah identitas bangsa yang merupakan sifat atau jati diri yang melekat pada bangsa untuk membedakannya dengan sesuatu yang lain.

Dalam konteks negara, bangsa merupakan bagian yang merepresentasikannya secara nasional karena memiliki representasi kearifan lokal dalam budaya, fisik, atau harapan yang diterapkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari secara nasional. Oleh karenanya, istilah identitas bangsa seringkali disebut juga sebagai identitas nasional.

Setiap bangsa yang ada saat ini memiliki identitasnya masing-masing sesuai dengan keunikan, sifat dan karakter dari suatu bangsa. Hal ini tergantung dari bagaimana suatu bangsa terbentuk secara historis. Identitas nasional yang dimiliki oleh suatu bangsa tidak bisa dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa.

“Dengan kata lain, identitas nasional adalah kepribadian nasional atau jati diri nasional yang dimiliki suatu bangsa yang bertujuan untuk mempertahankan kesatuan sebuah negara, pembeda dari negara lain, landasan negara, dan alat pemersatu bangsa,” jelas Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. di Jakarta, (4/2/2022).

Sementara itu, dari sisi budaya, kesadaran akan kontinuitas historis akan memperkuat kesadaran kultur suatu bangsa. Pemupukan dan pengembangan identitas nasional tidak dapat dijalankan tanpa menghidupkan kesadaran kultural.