KLISE, KOTA BEKASI – Masalah keberlanjutan pendidikan menjadi aspirasi paling dominan yang diserap oleh anggota DPRD Kota Bekasi, Samuel Sitompul.
Menariknya, berbeda dengan isu yang sering diangkat pemerintah mengenai penguatan UMKM, Samuel mengaku hampir tidak menerima keluhan terkait usaha kecil. Warga justru lebih banyak meminta bantuan pendidikan.
Banyak masyarakat, khususnya keluarga muda di kawasan perumahan yang ia kunjungi, menanyakan bantuan biaya kuliah melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
“Ada yang datang bilang, ‘Bang saya mau kuliah, bisa bantu KIP?’ Nah itu yang sekarang saya coba carikan jalannya lewat koordinasi pemerintah,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk tingkat SD hingga SMA, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) masih bisa dibantu melalui jaringan aspirasi legislatif pusat. Namun untuk KIP Kuliah, kuotanya terbatas sehingga membutuhkan komunikasi lintas lembaga.
Samuel menyimpulkan hasil resesnya menunjukkan dua kebutuhan paling mendesak warga Bekasi saat ini, yakni perbaikan infrastruktur pengendali banjir dan akses pendidikan tinggi yang lebih terjangkau.
“Jadi bukan cuma jalan atau drainase, tapi pendidikan juga jadi harapan masyarakat. Dua hal itu yang paling sering disampaikan warga kepada saya,” pungkasnya. [ADV]




![Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, S.H., M.M., hadiri Kegiatan Perencanaan Perangkat Daerah Dinas Pendidikan Kota Bekasi Tahun 2027. [doc.klise]](https://klise.news/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-18-at-11.30.16-250x140.jpeg)










