Akademisi Universitas Pancasila, Pilkada Jakarta 2024 bisa berlangsung dua Putaran

Ihsan Suri, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila.[doc.klise]

Ihsan Suri selaku Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila memandang Pilkada Jakarta 2024 akan sangat menarik terutama adanya sikap dari sebagian masyarakat Jakarta yang memunculkan gerakan coblos semua paslon, fenomena tersebut disebabkan karena masyarakat Jakarta yang tingkat pemilih rasionalnya cukup tinggi, ternyata masih memiliki rasa kekecewaan terhadap partai politik, dimana Anies Baswedan tidak dapat mencalonkan diri dalam Pilkada 2024. 

“Suku betawi yang sebesar 25 persen dari total masyarakat Jakarta, sebagian masih  kecewa karena Rano Karno “Si Doel” yang dianggap sebagai faktor figur orang betawi yang hanya menjadi Cawagub. Sehingga masyarakat betawi terlihat kurang mendukung secara penuh akan memilih Pramono-Rano nanti, walaupun dengan janji kampanyenya yaitu kembali menjalankan program – program yang pernah dilakukan oleh Gubernur Anies, Ahok dan Jokowi maupun Fauzi Bowo,” ujar Ihsan yang juga tokoh pemuda betawi.

Para paslon seperti Pramono-Rano dan Dharma-Kun hingga saat ini selain memperebutkan pemilih masyarakat asli Jakarta, mereka juga sedang berebut suara dari pecinta sepakbola khususnya pendukung klub Persija, karena sebagian besar  pendukung persija masih marah dan kecewa akibat beredarnya statement Ridwan Kamil di media sosial sebelum dan setelah menjadi gubernur Jawa Barat.

“Jika melihat terus naiknya kesukaan pada pasangan Pramono-Rano, maka besar kemungkinan Pilkada Jakarta 2024 akan terjadi dua putaran, ditambah pula jika mesin partai RK-Siswono yang besar, tidak bergerak secara maksimal dalam mendapatkan dan mengumpulkan dukungan para pemilihnya. Karena hingga saat ini ada potensi sekitar 15 sampai 16 persen masyarakat Jakarta yang memiliki hak pilih masih belum menentukan pilihan,” pungkas Ihsan.

Ihsan Suri, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila

Penulis: CrEditor: Redaksi