KLISE, BEKASI – PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi dan lingkungan.
Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan pemanfaatan limbah krustasea, khususnya rajungan dan kerang, bekerja sama dengan Program Studi Kimia Universitas Pertamina di Kantor PLN Nusantara Power UP Muara Tawar, Jumat (11/92026) lalu.
Kegiatan tersebut dihadiri Manager Operasi PLN Nusantara Power UP Muara Tawar, Donar Parluhutan, serta masyarakat dari Desa Segarajaya dan Desa Pantai Makmur.
“Kedua desa tersebut memiliki potensi hasil laut yang cukup besar, termasuk rajungan dan kerang yang menghasilkan limbah dari aktivitas pengolahan masyarakat,” ucap Donar.
Melalui kegiatan ini, kata Donar, masyarakat diberikan pemahaman bahwa limbah hasil pengolahan laut tidak selalu harus berakhir sebagai sisa yang tidak termanfaatkan.
“Dengan pengolahan yang tepat, limbah krustasea masih dapat memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan menjadi produk yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, kolaborasi bersama Program Studi Kimia Universitas Pertamina turut memperkuat kegiatan melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Peserta mendapatkan materi mengenai karakteristik limbah krustasea, potensi kandungan yang dapat dimanfaatkan, serta alternatif pengolahannya.
“Materi tersebut kemudian diperkuat melalui praktik agar masyarakat dapat memahami proses pemanfaatannya secara langsung,” jelasnya.
Kendari, bagi masyarakat Desa Segarajaya dan Desa Pantai Makmur, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat potensi lain dari aktivitas pengolahan hasil laut yang selama ini dilakukan.
“Limbah yang sebelumnya belum banyak dimanfaatkan diharapkan dapat dikembangkan menjadi bahan bernilai guna sekaligus membuka peluang untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Sehingga, demikian, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya PLN Nusantara Power UP Muara Tawar dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular di masyarakat.
“Pemanfaatan kembali limbah diharapkan tidak hanya dapat membantu mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah dari sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat,” tandasnya.
Melalui sinergi antara PLN Nusantara Power, Universitas Pertamina, dan masyarakat, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah hasil laut secara berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus memperkuat komitmen PLN Nusantara Power UP Muara Tawar dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, kemandirian, dan keberlanjutan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.***














