Atasi Kekurangan Guru, Wildan Solusikan Pemkot Jalankan Program Mahasiswa Magang

Wakil Ketua Komisi IV, Wildan Faturahman. [doc.klise]

KLISE, KOTA BEKASI – Komisi IV DPRD Kota Bekasi menyoroti persoalan kekurangan guru yang masih menjadi masalah utama dalam dunia pendidikan di Kota Bekasi. Data terbaru menunjukkan bahwa saat ini terdapat kekurangan hampir 3.600 guru di jenjang TK, SD, dan SMP.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, menyatakan bahwa kekurangan guru adalah masalah yang belum terselesaikan. Berdasarkan data tahun 2024, Kota Bekasi masih kekurangan sekitar 4.700 guru.

“Penerimaan PPPK kemarin memang mengurangi kekurangan sebanyak 1.000 guru, tetapi masih ada sekitar 3.600 guru yang belum terpenuhi,” ujar Wildan, Minggu, (25/8/2025).

Lebih jauh Wildan menyayangkan, minimnya terobosan, terutama mengingat anggaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi yang mencapai Rp1,8 triliun atau lebih dari 20 persen APBD.

Dalam rapat kerja bersama Disdik untuk membahas persiapan RKPD 2026, Komisi IV menemukan fakta bahwa penambahan guru baru baru akan dilakukan pada tahun 2026 melalui seleksi P3K, dan tenaga baru akan aktif mengajar pada tahun 2027.

“Jadi, pada tahun 2026 tidak ada penambahan guru. Satu-satunya program yang ditawarkan hanya mahasiswa magang. Hal ini yang kami sikapi,” ucapnya.

Menurut Wildan, program mahasiswa magang memang dapat menjadi solusi sementara, tetapi jumlahnya masih jauh dari kebutuhan.

“Kekurangan guru kita 3.600, tetapi mahasiswa magang yang diakomodasi hanya 200 orang. Setidaknya, jika memang solusi darurat, harus ada 1.000 mahasiswa magang dengan distribusi yang berbasis pada sekolah-sekolah yang paling kekurangan guru,” ucap Wildan. [ADV]

Penulis: Guns