Belajarlah Seperti Alam yang Tanpa Pamrih Peserta ILPAC Indonesia Lolos ke Korea

Kesan Juri Termuda ILPAC 2023 [doc.IWPG]

Salah seorang juri termuda dalam ILPAC Indonesia 2023 adalah Qanitha Himazova. Remaja wanita berusia 15 tahun alumni Lazuardi Companionate School di Cinere Depok dan Labschool cirendeu skrg kelas 9 di sekolah Murid Merdeka SMM Jakarta.

“Ini pengalaman pertama bagi saya menilai karya teman-teman. Terus terang, saya sulit menentukan pilihan karena banyak dari karya mereka yang sangat-sangat bagus,” katanya seusai menilai karya-karya Lukis peserta lomba di Mall Bellevue, Cinere, Jakarta.

Qanita, panggilan akrabnya, lahir 21 April 2008 di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Dia memiliki hobby melukis aliran ekspresionisme, digital dan hand drawing anime Japan art. Hobby lainnya adalah menyanyi. Dan karya karya nya sering di pamerkan di pameran di Kemang Jakarta.

Sejak awal lomba ILPAC Qanita sudah hadir scooter membawa dia mengitari ruangan, untuk mengamati peserta yang sedang melukis. Setelah tiga jam lomba usai, Qanita menyortir lukisan-lukisan yang sudah selesai untuk menentukan enam lukisan terbaik di lokasi tersebut.

Salah satu pilihannya, lolos untuk diperlombakan di Korea, yakni karya Akhtar Dhiaurrahman. Ini menunjukkan kejeliannya memilih karya terbaik, meskipun aktivitas sebagai juri baru pertama kali dilakukan.

Founder start-up Brand Qanitha.Co yang didirikan tahun 2020, sering menjadi team leader di project base learning tugas-tugas sekolah. Tak heran dia memiliki leadership dan antusias, sopan santun, baik, dan ceria.

“Cita-cita saya kedepan ingin memiliki yayasan berorientasi social, Art yang memberi wadah anak-anak berkreativitas membantu dan melindungi dan bisa mengapresiasi karya anak-anak seperti saya,” kata Qanita yang berkebutuhan khusus tersebut.