HUT Kota Bekasi Ke-29, Pejabat Latah Pakai Iket Kepala Warna Putih, Budayawan : Itu Bukan Identitas Betawi

Tampak Foto Pejabat Pemkot Bekasi yang latah dan kompak memakai iket kepala warna putih. [doc.klise]

KLISE, KOTA BEKASI – Budayawan Bekasi Abdul Khoir mengkritik sejmlah pejabat yang memakai tren iket kepala berwarna putih pada saat rapat paripurna HUT Kota Bekasi Ke-29 di DPRD Kota Bekasi.

Kritikan itu disampaikan olehnya melalui akun jejaring Facebook miliknya yang bernama Abdul Khoir, pada akunnya dia menuliskan mengapa iket kepalanya warna putih?.

“Pakaian adat khusunya iket kepala yang dipake para penjabat publik berimplikasi pada model yang dijadikan referensi masyarakatnya. Iket kepala (tradisional) bagi orang Betawi khusunya Bekasi warnanya hitam atau motif batik warna gelap,” cetusnya, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, iket kepala yang menjadi cikal bakal budaya Betawi Bekasi bahwasanya berwarna gelap atau hitam, sementara untuk tokoh ulama memakai iket sorban atau sarung Jamblang.

“Menjadi identitas masyarakat Betawi dalam pakain hari-hari untuk masyarakat umumnya. Jika digunakan para jawara lebih dominan berwarna hitam. Para pejuang Bekasi juga memakai iket kepala sebagai simbol keberanian. Sedangan para tokoh dan ulama menggunakan sorban atau sarung Jamblang yg diselempang dileher,” bebernya.

Pemakaian iket kepala berwarna putih, kata Abdul Khoir, tidak sesuai dengan identitas diri daerah Betawi Bekasi.

“Sebaiknya iket kepala yg digunakan para pejabat sebagi penghargaan pada warisan budaya Betawi, bentuk dan warnanya disesuaikan dengan umumnya saat iket kepala itu kaprah digunakan dijamannya,” tegasnya.

Namun demikian, dirinya tetap menaruh hormat kepada Pemerintah Jawa Barat dan Kota Besi atas terselenggaranya HUT Kota Bekasi Ke-29.

“Apapun warna dan bentuknya saya menaruh hormat pada apresiasi pejabat Gubernur dan Wali Kota Bekasi pada budaya Betawi. Cumen dikit doang …ngapa warna putih sich, prangsanan ora uruf????,” tandanya***