Juhasan Anto Suseno Tinjau Masalah Sampah di Pasar Harapan Jaya

Kabid Pasar Disdagperin Kota Bekasi, Juhasan Anto Suseno, didampingi Kanit Pasar Harapan Jaya Muhamad ketika memberikan keterangan kepada awak media saat memantau sampah di Pasar Harapan Jaya, Bekasi Utara, Selasa Sore (27/1/2026).

KLISE, KOTA BEKASI – Pasar Harapan Jaya Bekasi Utara darurat sampah. Sampah menggunung memenuhi seluruh area tempat pembuangan sampah sementara di Pasar Harapan Jaya akibat tidak diangkut-angkut selama seminggu. Bau tak sedap pun menyeruak kemana-mana. Pedagang dan pengunjung pasar mengeluh karena sangat mengganggu.

Kondisi ini memantik Kabid Pasar Disdagperin Kota Bekasi, Juhasan Anto Suseno, turun gunung mengunjungi pasar Harapan Jaya pada Selasa sore (27/1/2026), meninjau langsung sekaligus memberikan arahan kepada anak buah dan UPTD terkait dalam menangani permasalahan sampah ini agar segera terselesaikan.

Tumpukan sampah di pasar Harapan Jaya, Bekasi Utara yang banyak dikeluhkan pedagang dan pengunjung pasar.

Ketika diwawancarai media disela-sela pemantauan, Juhasan merasa prihatin dan kasihan kepada para pedagang dan pengunjung pasar yang banyak mengeluh. Ia pun berjanji akan segera membereskan secepatnya.

“Prihatin dan kasihan kepada para pedagang dan pengunjung pasar disini. Makanya saya datang ke sini untuk monitoring sekaligus memberikan arahan agar soal sampah ini bisa dibereskan secepatnya,” ujarnya.

Juhasan menjelaskan, inti penyebab dari permasalahan sampah yang menumpuk di pasar Harapan Jaya ini karena tidak ada armada untuk mengangkut, armada semuanya dikerahkan fokus mengatasi longsor sampah di Bantargebang.

“Armada yang satu-satunya kami punya kemarin mengalami musibah terbalik di depan Pakuwon Mall saat mengangkut sampah,” ungkapnya.

Juhasan selaku Kabid Pasar mengatakan akan terus melakukan koordinasi dengan Dinas terkait yakni, LH untuk membereskan sampah secepatnya jika armadanya sudah ada.

“Kami siap bereskan secepatnya, Tapi kalau ada armadanya, kalau tidak ada gimana kita mau bekerja. Hari ini pun jika ada armadanya kami angkut semuanya,” tandasnya.

Kata Juhasan, sebenarnya permasalahan sampah ini tugas Dinas LH (Lingkungan Hidup). Tugas pihaknya hanya mengangkut sampah dari kios kios pedagang kemudian dibawa ke tempat pembuangan sementara di pasar ini. Selanjutnya Dinas LH yang mengangkutnya ke TPA Bantargebang.

“Namun, meski demikian, saya selaku kabid pasar dan kepala unit pengelola pasar dan teman-teman yang lain siap untuk membantu bareng-bareng mengangkut sampah yang menumpuk di pasar Ini,” tukasnya.

Juhasan menyarankan kepada UPTD terkait yakni, LH jika ada krodit soal sampah seperti sekarang ini harus segera berkoordinasi dengan UPTD lain untuk bekerja sama menyelsaikan permasalahan sampah.

“Bukan saya menggurui, hanya memberikan saran, UPTD terkait harusnya koordinasi dengan UPTD lain biar nyambung sehingga permasalahan sampah seperti sekarang ini ada solusinya,” pungkasnya.***