Daerah  

Ketua DPW 2 TTKKBI Berkomitmen dan Bersinergi dengan Pemkot Bekasi: Hidupkan Kembali Siskamling

Oleh: Brian May

KLISE, KOTA BEKASI – Ketua DPW 2 TTKKBI (Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia) Kota Bekasi Brian May berkomitmen siap berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam menghidupkan kamtibmas, serta mendukung Operasi Brantas Jaya Tahun 2025. Bahwa segala bentuk premanisme kekerasan itu sangat bertentangan dengan undang-undang Dasar 45 dan Pancasila yang menjadi asas negara kita kesatuan Republik Indonesia.

Bahkan utamanya dari sisi Hukum Agama manapun, lanjutnya, siapapun yang melakukan tindakan kekerasan atau premanisme maka seluruh lapisan masyarakat berhak dan wajib untuk melaporkan ke pihak yang berwajib.

“Saya juga berharap sekali seandainya memang bisa terwujud organisasi – organisasi masyarakat organisasi budaya organisasi pemuda dan kemahasiswaan bisa sinergi dengan pemerintahan untuk saling bekerja sama dalam berkontribusi waspada dan kompak memerangi aksi – aksi premanisme aksi – aksi kekerasan di Kota Bekasi,” kata Ketua DPW 2 TTKKBI.

Lebih lanjutnya ia mengatakan, para ketua – ketua ormas dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, bahkan sampai ada yang ketingkat rw seharusnya bisa bersinergi dengan masyarakat dengan kepala lingkungan setempat untuk menghidupkan kembali siskamling, sama – sama untuk berpatroli, sama – sama menjaga lingkungannya untuk mengurangi dan mencegah dari setiap aksi premanisme, begal dan kekerasan tersebut.

“Kita semua tau saat ini organisasi kemasyarakatan sudah sangat negatif di mata masyarakat, dikarenakan tidak ada ataupun kurangnya komunikasi dengan para stakeholder yang ada di wilayahnya masing-masing, mari sama-sama kita bangkit, kita sama-sama menjalin komunikasi menjalin kerjasama, bersinergi, kolaborasi dengan pemerintahan, TNI dan polri, atau pun dengan lingkungan,” ungkap Brian.

Seluruh lapisan, tambahnya, masyarakat agar kita bisa sama – sama menjaga Kota Bekasi dari hal – hal yang tidak kita inginkan dan juga dari hal – hal yang tidak kita harapkan.

Penulis: Brian MayEditor: Redaksi