Pesan Camat Tambun Utara H. Najmuddin Santri di Era Digital

Camat Tambun Utara, H. Najmuddin S.Ag, M.Ling, M. Tr.Ip. [doc.klise]

KLISE, BEKASI – Camat Tambun Utara, Dr (c) H. Najmuddin S.Ag, M.Ling, M.Tr.Ip menegaskan bahwa santri di era modern tidak hanya dituntut mendalami ilmu agama, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memahami berbagai aspek pembangunan.

Pada kesempatan tersebut, H. Najmuddin yang merupakan alumni Pondok Pesantren Attaqwa Putra terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional kepada seluruh santri, khususnya yang berada di Tambun Utara.

Ia menilai, peringatan Hari Santri menjadi momentum penting untuk mengenang kembali sejarah perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, perjuangan santri pada masa lalu, termasuk lahirnya Resolusi Jihad, menjadi bukti nyata bahwa kalangan pesantren memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa.

“Kami dari pemerintah Kecamatan mengucapkan Hari Santri. Yang kedua, momentum hari ini kita mengenang masa lalu, mulai dari perjuangan santri sampai ada Resolusi Jihad,” ujar H. Najmuddin.

Ia mengatakan, sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran strategis yang harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Peran santri tidak boleh hanya terbatas pada lingkungan pesantren, tetapi juga perlu hadir dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.

“Kalau masalah Iman Taqwa mungkin Santri unggul ya, tapi dua sisi ini juga mereka harus kuasai karena di luaran sana ketika keluar dunia di Santi, ketika nanti bertarung di dunia nyata,” sebutnya.

H. Najmuddin menekankan, santri harus memiliki wawasan luas, termasuk memahami teknologi dan pembangunan. Dengan bekal ilmu agama yang kuat serta kemampuan mengikuti perkembangan zaman, santri diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.

“Persaingannya banyak ya, jadi kita harus mumpuni masalah intelektual, dan masalah soft kill ini harus kita lebih dalam lagi kita pelajarinya. Di situ sudah menandakan kalau santri ini harus eksis. Bukan hanya dia di pesantren, belajar tentang Islam, tapi juga dia harus mengerti teknologi, harus mengerti pembangunan,”pungkasnya.***