“Kita cermati ada fenomena saat ini, banyak media partisan. media partisan yang dimaksud itu memuat berita salah satu paslon kontestan politik saja. Seharusnya, media ini harus bersikap idependen,” ungkap Iwan.
Ia mengangap hal ini agak wajar selagi penyajian berita secara objektif. Justru, dirinya merasa kwatir jika peran media sudah tidak menyuarakan hal-hal di publik. “Masyarakat atau pembaca akan dapat menilai,” ujarnya.
Tak hanya itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Bekasi, Saut Hutajulu menilai peran media di Pilkada bekasi sangat di butuhkan, sebentar lagi akan ada pemilihan Kepala Daerah baik tingkat Walikota maupun Gubernur.
“Media menjadi alat komunikasi ke masyarakat yang benar tentang pilkada di bekasi,” ujar dia.
Saut mengharapkan pemiilihan kepala daerah nanti berjalan lancar dan kondusif.
“Mari kita bersama menjaga kedamaian di Kota Bekasi menjadi kondusif dalam pesta demokrasi,” imbuhnya.
Anggota KPUD Kota Bekasi, Faris Ismu Amir, mengutarakan pentingnya peran media dalam penyajikan publik, begitu juga dalam komunikasi politik di Pilkada tahun 2024.














