“Kepuasan konsumen harus menjadi prioritas utama dalam pemasaran. Selain itu, riset pasar, segmentasi konsumen, serta penamaan dan kemasan produk adalah faktor penting untuk meningkatkan citra produk di pasar,” jelasnya.
Tryas Chasbiandini membahas pentingnya laporan keuangan bagi pelaku usaha pemula. Laporan keuangan dianggap sebagai dokumen esensial yang menggambarkan kondisi keuangan secara keseluruhan, sekaligus berfungsi sebagai alat perencanaan bisnis dan indikator penilaian.
“Laporan keuangan memungkinkan kita melihat posisi keuangan usaha dan memproyeksikan pertumbuhan bisnis,” ujar Tryas.
Nurul Hilmiyah menekankan pentingnya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai dokumen penting bagi setiap pelaku usaha di Indonesia.
“NPWP dan NIB adalah bentuk tanggung jawab penting dalam menjalankan bisnis yang harus dipahami oleh setiap pengusaha,” kata Nurul.
Khalida Utami menambahkan bahwa penggunaan platform media sosial secara tepat dan efisien sangat diperlukan oleh para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.
“Platform media digital yang tepat akan memperluas jangkauan pemasaran dan memperkuat strategi pemasaran,” tegasnya.
Sebagai pembicara terakhir, Nurul Hidayat membahas teknis penyusunan laporan bagi para calon pendamping terkait tugas dan fungsi mereka, termasuk penggunaan Learning Management System (LMS) yang disediakan.
“Para pendamping wajib mengunggah laporan mereka sesuai dengan template yang telah ditentukan,” ujarnya.
Acara ini diharapkan dapat memperluas wawasan para pendamping agar program pendampingan TKM Pemula tahun 2024 berjalan dengan sukses. Fokus utama dari bimbingan ini adalah meningkatkan pemasaran produk, memahami kebutuhan konsumen, serta memastikan pembuatan NIB dan pengelolaan keuangan yang baik. Semua ini merupakan kunci keberhasilan dalam mendampingi TKM Pemula menuju kesuksesan usaha.













