KLISE, KAB. BEKASI – Terjadi abrasi pada bantaran Kali Bekasi di wilayah RT 13 RW 05 Kadus 2 Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Peristiwa abrasi yang terjadi di Desa Kedung Pengawas mencapai 30 meter dan kedalaman sekitar 25 meter, kondisi ini pun langsung dilaporkan oleh warga setempat. Kamis (26/2/2026) malam.
Kondisi ini menjadi kekhawatiran warga sekitar, terutama saat air Kali Bekasi memasuki masa pasang. Pekerjaan yang direncanakan untuk menangani area tersebut hingga kini belum terlaksana, hingga resiko kerusakan semakin parah. Ditambah akses tersebut dekat dengan pemukiman warga dan jalan raya Babelan, dikhawatirkan juga menimbulkan resiko kecelakaan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Kedung Pengawas H. Nasarudin, didampingi Posbakum Desa Kedung Pengawas, memberikan instruksi kepada seluruh aparatur mulai dari tingkat RT hingga dusun untuk membuat tanggul sementara menggunakan bahan seperti bambu, pasir, batu kali, dan tanah.
“Dudin, Kasi Terantib Kecamatan Babelan, dan tim Trantib Desa Kedung Pengawas juga telah turun langsung ke lokasi untuk mengevaluasi,” ujarnya.
Ketua RT 13 RW 05 Nasim yang turut mendampingi pengecekan, mengungkapkan bahwa langkah tambahan akan dilakukan, antara lain evaluasi teknis mendalam oleh tim ahli untuk menentukan struktur tanggul permanen.
“Alhamdulillah, kita lakukan pemasangan rambu peringatan, serta pemantauan berkala terhadap kondisi bantaran kali Bekasi, semoga langkah ini efektif,” singkatnya.***













