KLISE KAB. BEKASI – Kekhawatiran terus menyelimuti warga Kampung Gabus Rawa RT 004/RW 006, Dusun 3 , Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Selama enam tahun terakhir, mereka hidup berdampingan dengan ancaman kabel listrik PLN yang menjuntai rendah hingga hampir menyentuh tanah, Kamis (11/9/2025).
Pemandangan kabel kendur itu sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun, alih-alih terbiasa, warga justru semakin resah. Di tengah perkampungan padat penduduk, kondisi tersebut dianggap sebagai bom waktu yang sewaktu-waktu bisa membahayakan keselamatan, terutama anak-anak yang gemar bermain di sekitar lokasi.
Menurut keterangan Pemuda setempat Iwan Kubil, jarak antar tiang listrik di wilayah itu diperkirakan mencapai 100 meter. Warga semakin khawatir jika malam hari, karena memang tempat lalu lalang.
“Kalau malam hari kabel terlihat makin menurun, dan kami khawatir kalau ada percikan listrik. Bahayanya besar sekali,” ungkap salah seorang warga dengan nada gusar.
Ironisnya, meski sudah berulang kali diajukan dilaporkan pihak PLN yang bertugas saat mengecek rekening listrik warga, hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Kami sudah capek menyampaikan keluhan ini. Setiap kali ada petugas survei, ujung-ujungnya tidak ada realisasi,” keluh Iwan.
Menanggapi keresahan masyarakat, Iwan meminta PLN Cabang Babelan untuk segera bertindak sebelum adanya korban jiwa yang tersengat listrik, akibat juntaian kabel PLN. “Harapan kami, PLN segera turun langsung ke lapangan dan menyelesaikan masalah ini. Jangan menunggu ada korban jiwa baru bergerak,”tegasnya.
Kini, masyarakat Desa Srijaya menaruh harapan besar agar pihak PLN segera mengambil langkah nyata. Penambahan tiang listrik maupun perbaikan jalur diharapkan bisa segera dilakukan. Dengan begitu, keresahan panjang selama enam tahun terakhir dapat terobati, dan masyarakat dapat kembali merasa aman dalam beraktivitas sehari-hari.***














