Warganya Sulit Masuk Sekolah Negeri, Kades Karangsatria Temui Pihak Sekolah SMAN 2 Tambun Utara

Kades Karangsatria, Zaenudin Resan bersama calon walimurid SMA 2 Tambun Utara. [doc.klise]

KLISE, BEKASI – Jelang masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026, warga Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, kembali merasakan sulitnya mengakses SMAN 2 Tambun Utara.

Sistem zonasi yang merupakan kuota terbesar dalam PPDB dianggap merugikan warga Desa Karang Satria. Sebab, banyak warga yang tidak bisa masuk karena tidak masuk zonasi.

SMA 2 Tambun Utara berlokasi di Perumahan Alamanda Regency, mendorong Kepala Desa Karangsatria, Zaenudin Resan, turun langsung menemui pihak sekolah.

Menurut Zaenudin Resan, keberadaan SMAN 2 Tambun Utara tidak bisa dilepaskan dari peran serta masyarakat Karang Satria. Ia menyebut lahan yang kini menjadi lokasi sekolah tersebut diperoleh melalui pembelian secara swadaya warga, dan bukan berasal dari aset fasilitas sosial maupun fasilitas umum (fasos-fasum) pengembang.

“Dengan latar belakang tersebut, kami berharap ada perhatian dan prioritas bagi warga Karang Satria, khususnya anak-anak yang berdomisili di sekitar sekolah,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Menanggapi aspirasi tersebut, pihak sekolah menyatakan akan berupaya memfasilitasi kebutuhan masyarakat sekitar sesuai ketentuan yang berlaku. Wakil Kepala Sekolah Roro menyampaikan bahwa sekolah sedang mengupayakan penambahan kapasitas rombongan belajar (Rombel).

Jika mendapat persetujuan dari instansi terkait, jumlah kursi dalam setiap rombel yang saat ini berjumlah 36 siswa akan ditingkatkan menjadi 42 siswa. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi calon siswa yang belum tertampung pada tahap seleksi sebelumnya.

Permasalahan tidak lolosnya banyak calon siswa dari lingkungan sekitar sekolah kembali memunculkan diskusi mengenai pemerataan akses pendidikan negeri. Di satu sisi, sistem penerimaan siswa baru harus berjalan sesuai aturan dan prinsip objektivitas. Namun di sisi lain, masyarakat sekitar berharap keberadaan sekolah negeri juga memberikan manfaat nyata bagi warga yang selama ini turut mendukung hadirnya fasilitas pendidikan tersebut.

Pertemuan antara Pemerintah Desa Karangsatria dan pihak sekolah berlangsung dalam suasana kondusif. Kepala Desa mengapresiasi sikap terbuka pihak sekolah yang bersedia menerima aspirasi masyarakat dan berupaya mencari solusi terbaik bagi calon siswa yang belum diterima.

Warga kini menaruh harapan besar agar upaya penambahan kuota dan kapasitas rombel dapat segera terealisasi sehingga lebih banyak putra-putri Karang Satria memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah negeri yang berada di lingkungan mereka sendiri.***