“Keinginan saya, jangan hanya 45 perusahaan. Masih banyak sekali perusahaan yang belum bergabung. Kalau satu perusahaan saja bisa menyerap sepuluh orang, tentu ini sudah menjadi langkah yang baik untuk mengurangi angka pengangguran,” katanya.
Asep menegaskan, Pemkab Bekasi akan terus mendorong kolaborasi dengan perusahaan dan berbagai perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Ketenagakerjaan serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan kesempatan kerja.
Menurutnya, sektor nonformal juga perlu mendapat perhatian karena memberikan peluang bagi masyarakat dengan tingkat pendidikan yang beragam, termasuk lulusan sekolah dasar. Sementara itu, lowongan kerja formal yang tersedia mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMA, SMK hingga sarjana.
“Untuk sektor nonformal, siapa saja bisa mendapatkan kesempatan. Harapannya, peluang ini bisa membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.
Selain membuka Job Fair Virtual, Asep menyampaikan rencana untuk rutin mengunjungi kawasan-kawasan industri guna memperkuat komunikasi dengan perusahaan dan mendorong penyerapan tenaga kerja lokal. Ia menargetkan kunjungan tersebut dapat dilakukan dua kali dalam sepekan.
Ia juga meminta agar pelaksanaan Job Fair tidak berhenti pada kegiatan pembukaan atau sekadar seremonial. Menurutnya, perlu ada tindak lanjut untuk memastikan lowongan yang ditawarkan benar-benar memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.














