Bantu Korban APG Semeru, Ini Penjelasan Ketum FGI

Forum Gerebek Indonesia (FGI) Bekasi Bergerak Menuju Lokasi Bencana Gunung Semeru. [doc.klise]
banner 120x600

KLISE.NEWS, JATIM — Giat operasi Search and Rescue (SAR) korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur telah ditutup pada hari Kamis (16/12). 48 korban dan 7 bagian tubuh ditemukan selama operasi SAR 13 hari.

Sejak Gunung Semeru mengeluarkan APG pada hari Sabtu yang lalu (4/12), Forum Gerebek Indonesia (FGI) Bekasi bergerak menuju lokasi bencana bersama dengan komunitas Al-Ummahat, Al-Ikhwan foundation, UAR Bekasi, ISP, ERS, DRU, Repotin, Hirpala, Wirakarya, Retepat, ACP, Gardapati Jabar, Rachma foundation dan DRI dengan mengeluarkan kekuatan operasi yang dimiliki seperti ambulance, keperluan medis, dan drop logistik bagi para pengungsi.

A. Wildan, Ketua Umum FGI menjelaskan bahwa pihaknya telah Menyalurkan donasi bantuan kepada warga terdampak seperti beras, Al Qur’an, bantuan tunai kepad 122 KK dan bantuan lainnya di Posko Pengungsian SMP 1 Candipuro Lumajang, selain itu juga ikut bergabung melakukan Operasi SAR bersama dengan TNI-Polri dan Basarnas.

“Setelah sampai lokasi, kami lapor ke posko utama basarnas untuk menjadi potensi relawan yang ikut opsar dan kemudian mendirikan tenda berdampingan dengan semua instansi yang menjadi bagian dalam tanggap darurat bencana,” jelas Wildan kepada awak media. Sabtu (18/12).

Dengan berakhirnya operasi SAR, A.Wildan mengungkapkan bahwa keterlibatan FGI dalam tanggap darurat bencana erupsi gunung semeru adalah bukti nyata kami sebagai unsur mitra strategis Pemerintah Kota Bekasi dan Warga bekasi dalam tugas kebencanaan dan kemanusiaan.

“FGI hadir di lumajang dengan kekuatan penuh dengan tujuan bisa memberikan fungsinya dalam hal opsar, drop logistik, medis dan dapur umum agar mampu bersama-sama dengan unsur terkait dapat mengurangi beban masyarakat yang terdampak,” ungkapnya.