Jalan Raya Jatimulya Banjir, Aktivis Katakan Pembangunan Jembatan Tidak Ada Kajian Kontruksi

Jalan Raya Jatimulya, Jembatan Kali Menir [doc.klise]
banner 120x600

KLISE.NEWS, KOTA BEKASI – Musim penghujan datang siap siap warga yang tinggal di dataran rendah tergenang dengan air. Curah hujan yang cukup deras membuat jalan raya perumahan Jatimulya terendam air mencapai selutut orang dewasa, mengakibatkan para kendaraan roda empat dan dua yang melintasi banyak yang mogok. Jum’at (07/10/2022).

Hal itu sangat disayangkan warga Jatimulya dengan adanya pembangunan jembatan kali Menir yang baru saja selesai dikerjakan dan juga selesai diresmikan tidak memecahkan solusi banjir.

“Hari ini memang hujan cukup deras, saya pikir jalan raya Jatimulya tidak parah banjirnya, ternyata parah. Padahal jembatan baru saja selesai pembangunannya eh malah banjir lebih parah sampe selutut orang dewasa, mobil saya korban bang, mogok,” kata M Latif warga Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi sambil menunggu montir datang.

Tak hanya itu, ia mengatakan kegiatan pembangunan jembatan kali menir pintu masuk Jatimulya Kabupaten Bekasi yang berasal dari Dinas SDA Kabupaten Bekasi yang bersumber pada APBD Kabupaten Bekasi di duga pelaksana kegiatan tidak memiliki kajian Kontruksi Bangunan, yang mengakibatkan Dampak Lingkungan (Banjir yang menggenangi area lokasi pembangunan).

“Jelas pembangunan ini (jembatan) memakai anggaran negara, pasca proses pembangunan banyak masyarakat sekitar menjadi korban atas hal tersebut, pengguna jalan, kendaraan motor dan mobil yang mogok karena tergenang air, dan salah satu korban tersebut adalah saya bang,” ungkap M Latif dan juga salah satu Aktivis di Bekasi.