KLISE, BEKASI – Ketegangan yang sempat menyelimuti kawasan Kampung Pisangan, RT 03 RW 02, Kadus 2, Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, akhirnya mencair pada Senin, 22 Oktober 2026.
Sebuah tim gabungan berskala besar dari berbagai instansi vertikal turun langsung ke lokasi guna melakukan evakuasi terhadap salah seorang warga setempat berinisial U, yang diidentifikasi sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Langkah cepat ini diambil demi keselamatan sang pasien sekaligus mengembalikan rasa aman bagi lingkungan hunian sekitar.
Aksi sosial yang memprioritaskan pendekatan humanis dan persuasif tersebut dipimpin langsung oleh Pj Kepala Desa Satria Mekar Abdul Rahmat beserta Puskesmas Sriamur memastikan bahwa hak-hak pasien tetap terjaga dan penanganan medis dilakukan sesuai prosedur baku, pihak desa sengaja menggandeng otoritas yang berkompeten di bidangnya.
Proses evakuasi di lapangan berjalan sangat dinamis namun tetap terkendali. Pengamanan ketat dilakukan secara persuasif oleh para anggota Puskesmas dan anggota BPD Satria Mekar.
Tim kesehatan dari Puskesmas Sriamur juga bersiaga penuh di lokasi dengan membawa peralatan medis standar untuk memastikan kondisi fisik awal U sebelum dievakuasi.
Dukungan moral dan informasi lapangan dari anggota BPD Kadus II, dan Ketua RT 03 Olil menjadi kunci penting keberhasilan tim dalam membujuk U tanpa memicu kepanikan atau resistensi yang berarti.
Kades Satria Mekar, Abdul Rahmat, menegaskan bahwa penanganan ODGJ tidak boleh lagi menggunakan pola-pola kekerasan atau pemaksaan yang ekstrem.
Sinergi antarlini menjadi modal utama agar warga yang mengalami gangguan psikologis bisa segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai guna mendapatkan hak pengobatan mereka.
“Komitmen kami adalah memastikan seluruh warga Satria Mekar mendapatkan hak hidup dan pelayanan yang layak. Evakuasi ini bukan sekadar pemindahan, melainkan langkah medis dan sosial agar saudara kita, U, segera mendapatkan penanganan yang tepat dari tim medis. Sinergi dari RT, BPD terkait membuat proses ini berjalan lancar,” ujar Abdul Rahmat.
Setelah melalui pendekatan emosional yang matang dan negosiasi yang sabar oleh tim evakuasi, U akhirnya bersedia dibawa, dan sedikit adanya perlawanan fisik, karena U merasa tidak mengalami ODGJ. Petugas dari Puskesmas Sriamur langsung merujuk U ke fasilitas penanganan yang tepat guna menjalani perawatan medis intensif dan rehabilitasi berkala.
Seluruh rangkaian operasi kemanusiaan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, memicu apresiasi mendalam dari warga perumahan Kampung Pisangan yang merasa lega atas respons cepat pemerintah desa.***
