Proyek Pemasangan UDitch Abaikan K3, Pengawas DBMSDA Terkesan Cuek

Salah Satu Jalan Yang Terselimuti Dengan Tanah Merah. [doc.klise]

KLISE.NEWS, KOTA BEKASI — Wakil Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nawacita Rakyat Indonesia (GNRI) Kota Bekasi menilai sangat miris beberapa titik kegiatan yang dikerjakan rekanan Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, banyak yang tidak mengindahkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Padahal soal K3 adalah hal yang sangat penting dan merupakan syarat mutlak dalam melakanakan kegiatan proyek.

Menurut Tegas pengamat infasuktur dan juga Wakil Ketua LSM GNRI dari pantauan dia di lapangan ada beberapa titik kegiatan yang sama sekali tidak memperdulikan keselamatan pengguna jalan yang sedang melintas, pertama kegiatan pekerjaan pemasangan Udicth di Jalan H. Jole dan Polsek Bantar Gebang, pekerjaan turap disamping Sentral Point kemudian pemasangan Box Cover Crossing di Armet Bantar Gebang Cikiwul.

BACA JUGA : Gawat, Pekerja Perawatan Gedung Dinas Pendidikan Kota Bekasi Abaikan K3

“Seperti kegiatan crosingan di Armet, saya melihat pelaksana atau rekanan DBMSDA sama sekali tidak memperhatikan masalah K3, dan keselamatan pengguna jalan. Seharusnya pihak pemborong mempersiapkan armada pengangkut tanah, sehingga tanah galian (bahan material) tidak ditumpuk di pinggir jalan, yang mengakibatkan permasalahan bagi pekerja dan warga yang melintas, apalagi disaat musim hujan akan menjadi licin, yang di kwatirkan terjadi yang tidak diinginkan, siapa yang akan bertanggung jawab?,” kata Tegas Wakil Ketua LSM GNRI.

Wakil Ketua GNRI itu juga mempertanyakan integritas pejabat DBMSDA terkait K3, padahal itu sangat penting dan ada peraturannya.