Ronny mengaku kaget dengan viralnya kasus ini, padahal seharusnya masalah ini bisa diselesaikan dengan dialog. “Kami hanya ingin melihat bukti kepemilikannya, bukan menguasai apalagi memiliki ruko itu,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan pemberitaan yang menurutnya telah mencoreng nama baik GIBAS. “Selama ini kami menjaga marwah organisasi dengan baik. Pemberitaan yang tidak jelas sangat merugikan kami,” tambah Ronny.
Kondisi Ruko Sebelum Dibersihkan
Seorang mantan keamanan di lokasi tersebut yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sebelum ditempati GIBAS, ruko itu dalam kondisi memprihatinkan.
“Dulu ruko ini sangat kotor, dipenuhi sampah, ilalang tinggi, atapnya bolong, dan temboknya retak-retak hampir roboh,” katanya.
Ia mengaku mengajak anggota GIBAS dan warga sekitar untuk membersihkan dan merawat ruko tersebut pada 2001. “Saya minta GIBAS menempati dan merawat tempat ini sekaligus membantu menjaga keamanan komplek. Alhamdulillah, semua berjalan baik sejak itu,” ujarnya.
Dengan klarifikasi ini, GIBAS berharap tidak ada lagi kesalahpahaman dan pemberitaan yang merugikan organisasi mereka. Mereka juga tetap membuka ruang dialog untuk menyelesaikan masalah kepemilikan ruko secara kekeluargaan. (rilis)














