Wisuda Moestopo 2026 Tampil Megah dan Sinematik, Pesan Kebangkitan Intelektual Menggema di JCC

Universitas Moestopo. [doc.klise]

Ketua Pengurus Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo, Dr. RM. H. Hermanto JM, S.K.G., drg., M.M., menegaskan bahwa gelar akademik bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. “Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu mengubah ilmu menjadi solusi dan menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga karakter, etika, dan kepedulian sosial di tengah derasnya perkembangan teknologi dan dunia digital.

Sementara itu, Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. H. Muhammad Saifulloh, S.Sos., M.Si., menyebut wisuda sebagai momentum lahirnya generasi intelektual baru yang memiliki tanggung jawab moral untuk membawa perubahan positif bagi negeri.

Menurutnya, perjuangan para mahasiswa hingga mencapai titik kelulusan tidaklah mudah. Banyak lulusan yang harus membagi waktu antara pendidikan, pekerjaan, keluarga, hingga menghadapi tekanan ekonomi dan perubahan sosial yang cepat. “Di balik toga yang dikenakan hari ini ada perjuangan panjang, pengorbanan, dan doa yang luar biasa,” katanya.

Ketua Pelaksana Wisuda, Dr. T. Herry Rachmatsyah, S.IP., M.Si., menilai tema wisuda tahun ini relevan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional. Ia menegaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan ketertinggalan ilmu pengetahuan, disrupsi teknologi, hingga krisis moral di tengah kompetisi global.

“Bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, dan keberanian membawa perubahan,” ujarnya.

Penulis: RedEditor: Redaksi