Anggota DPRD, Janet Stanzah: Soal Penanganan Sampah Butuh Strategi Jitu

Janet Aprilia Stazah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi Fraaksi PDI Perjuangan pada Reses III TA 2021. [doc.stv]
banner 120x600

KLISE.NEWS, KOTA BEKASI — Permasalahan sampah Kota Bekasi menjadi masalah yang belum terselesaikan dengan baik. Berdasarkan informasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi jumlah timbunan sampah Bekasi mencapai 1.800 ton sampah per hari yang dihasilkan.

Hal tersebut disampaikan Janet Aprilia Stazah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi Fraaksi PDI Perjuangan pada Reses III TA 2021, Jum’at (29/10/2021).

“Pengelolahan sampah masih menjadi masalah besar bagi masyarakat Kota Bekasi. Ya selain menimbulkan dampak banjir, pencemarah tanah, air dan polusi udara, sampah juga dapat menjadikan penyebab beberapa penyakit antara lain masalah kulit, pencernaan dan lain lain,” ujarnya.

Aspirasi warga antara lain himbauan agar pemerintah fokus terhadap masuknya musim hujan di Kota Bekasi, setiap tahunnya menyebabkan banjir dibeberapa wilayah Kota Bekasi yang berdampak pada kerugian besar bagi warga terdampak banjir.

“Selain upaya kesadaran kita sebagai warga Kota Bekasi untuk membantu Pemkot Bekasi, masyarakat juga belum melihat konsistensi pemerintah dalam hal pengangkutan sampah rumah tangga, kita tanyakan kembali efektifitas, eksekusi dari dinas terkait. Apa kendalanya? Apakah kendaraan full dipakai angkut sampah rutin, sehingga tidak ada kapasitas lebih,” ujarnya.

Janet menyampaikan himbauan agar masyarakat turut serta bahu membahu dengan pemerintah dalam mengatasi masalah sampah yakni memisahkan sampah rumah tangga jenis organik dan anorganik, untuk kemudian baik secara swadaya dapat mengelolahnya antara lain dengan beternak magot, mengelolah sampah plastik dan lain lainnya.

“Dengan demikian masyarakat turut berperan aktif dalam upaya penanggulangan bencana yang sering terjadi di Kota Bekasi,” pungkas dr Janet.