KLISE, KAB BEKASI – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKS Hj. Puji Lestari A.md melakukan reses tahap I pada Sabtu (1/10/2025) kemarin, yang bertempat di Yayasan Nur Alif, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani. Dirinya mengaku banyak aspirasi dan aduan prihal infrastruktur dan lainnya.
Kendati dari reses tersebut, dirinya pun mendapat kabar bahwa didaerah dapilnya terdapat bencana, Hj. Puji Lestari Amd langsung mendatangi lokasi tanggul yang jebol akibat banjir beberapa waktu lalu di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Selasa (4/10/2025).
Dalam kunjungan tersebut Bunda Puji didampingi oleh oleh beberapa kader PKS lainnya, langsung menemui warga yang terdampak tanggul jebol.
Hj. Puji Lestari Amd mengatakan, salah satu tugas anggota dewan adalah menggali aspirasi masyarakat dari dapilnya masing-masing. Menurutnya tanggul yang sudah jebol di Kecamatan Sukatani seperti di Desa Sukamanah, dan Desa Sukarukun, harus diperhatikan, sebab tanggul jebol di daerah tersebut sudah sangat merugikan masyarakat.
“Hari ini saya mengunjungi Desa Sukamanah dan Desa Sukarukun, tepatnya di Kecamatan Sukatani dimana masyarakat menyampaikan agar tanggul yang sudah jebol akibat luapan debit air Kali Cikarang bisa segera diperbaiki oleh Pemerintah. Aspirasi dari masyarakat ini akan dibawa dalam pokok-pokok pikiran, agar dapat segera ditindaklanjuti,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, tanggul yang jebol tersebut harus segera diperbaiki karena dampaknya saat banjir air bisa masuk kedalam pemukiman warga.
“Alhamdulillah, kami masih bisa berkontribusi dengan memberikan tiga mobil losbak pasir tuk membantu pembuatan tanggul, pasir sementara sebagai penahan luapan air, sebelum selesainya pengerjaan kali tersebut,” akunya.
Meski saat ini tanggul yang jebol sudah dilakukan penutupan dengan ratusan karung pasir yang dilakukan secara gotong royong oleh warga, dirinya berharap pemerintah secepatnya menganggarkan untuk pembangunan tanggul jebol tersebut secara permanen, dan diprioritaskan pembangunannya.
“Karena ini darurat, pembangunan tanggul di Kecamatan Sukatani harus segera dilakukan agar bencana banjir tidak terulang sekaligus mengantisipasi keresahan warga menyusul intensitas hujan yang masih relatif tinggi,” terangnya.***

















