Gandeng Kemenkes RI, Hj Puji Lestari Gelar Pemeriksaan Gratis Deteksi Dini Infeksi Serviks

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Hj Puji Lestari Amd saat memberikan sambutan kepada para pasien yang ingin mendeteksi dini infeksi serviks yang digelar oleh Kemenkes. [doc.klise]

KLISE, KAB BEKASI – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Hj Puji Lestari Amd bersama Kementerian Kesehatan dalam hal ini Tirta Medical Center, melaksanakan pemeriksaan gratis di Vila RW 10 Vila Anggrek yang mencapai 64 peserta, dan Rumah Keluarga Indonesi (RKI) RW 018 mencapai 100 peserta, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara untuk mendeteksi dini infeksi serviks guna memeriahkan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember kemarin.

Dalam pernyataannya pada Selsa (30/9/2025), Hj Puji Lestari Amd yang juga anggota fraksi PKS keterwakilan perempuan menekankan pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan terhadap infeksi serviks yang menjadi salah satu penyebab utama kematian perempuan di Indonesia.

Sebut Hari Ibu 2025, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Hj Puji Lestari gencarkan Pemeriksaan Gratis Deteksi Dini Infeksi Serviks bersama Kementerian Kesehatan. [doc.klise]
Foto bersama para pasien pemeriksaan gratis Deteksi Dini Infeksi Serviks bersama Kementerian Kesehatan. [doc.klise]

Setiap tahunnya, kanker serviks menyebabkan sekitar ribuan kasus di Indonesia, dengan hampir separuhnya berujung pada kematian. Hj Puji Lestari menilai bahwa angka ini harus segera ditangani dengan lebih serius, salah satunya dengan memperbaiki cara skrining yang saat ini dirasa masih belum optimal.

Kesadaran masyarakat, katanya, mengenai pentingnya pemeriksaan berkala masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan dan diperluas cakupannya.

Alhamdulillah kaum Ibu begitu antusias, kita berharap kegiatan ini tidak hanya terpusat di kota, tetapi juga digelar hingga ke pelosok desa. Banyak perempuan di wilayah kecamatan dan pedesaan yang jarang mendapatkan akses pemeriksaan. Itu yang harus kita perhatikan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengajak para tenaga kesehatan, kader posyandu, serta organisasi perempuan untuk berkolaborasi dalam meningkatkan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terkait pencegahan infeksi serviks.

“Edukasi dan keberanian perempuan untuk melakukan pemeriksaan sangat penting. Kita harus bersama-sama menghilangkan rasa malu dan takut karena pemeriksaan ini bukan hanya demi diri sendiri, tetapi juga masa depan keluarga,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa kesehatan perempuan adalah salah satu fondasi utama dalam keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa seluruh perempuan di Kalimantan Timur memiliki akses yang setara dan nyaman terhadap layanan kesehatan.

“Ini bukan hanya soal kesehatan tubuh, tetapi juga soal penghargaan terhadap hak perempuan untuk merasa nyaman dan aman dalam menjalani pemeriksaan. Dengan pendekatan ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang sadar akan pentingnya deteksi dini demi mencegah kanker serviks,” tandasnya.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan pembagian sembako gratis oleh Kemenkes RI, usai penyuluhan kesehatan mengenai pendeteksian dini infeksi serviks, yang diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan menjaga kesehatan reproduksi.***

Penulis: Guns