Dianggap Lamban, Ribuan Ormas Gibas Datangi Pemkab Bekasi dan Kantor DPRD

Ormas GIBAS Resort Kabupaten Bekasi Unjuk Rasa Di Depan Kantor Bupati, Terkait Perbaikan Tanggul Kali Citarum. [doc.klise]
banner 120x600

KLISE.NEWS, KAB BEKASI – Ribuan Ormas Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi atau Ormas Gibas Kabupaten Bekasi  berunjuk rasa mengepung pintu masuk kantor Bupati Bekasi. Rabu (26/01/2022).

Dalam aksinya ribuan Ormas Gibas Kabupaten Bekasi mengecam Pemerintah Kabupaten Bekasi dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang dianggap tidak tanggap dengan kondisi tanggul sungai Citarum yang nyaris jebol.

Dengan menggunakan kendaraan pengeras suara, satu persatu berorasi mengecam sikap Pemerintah Kabupaten Bekasi dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang tidak tanggap dengan kondisi tanggul sungai Citarum sepanjang 700 meter yang saat ini kondisinya sudah sangat memperihatinkan.

Para pengunjuk rasa juga menyampaikan kekesalannya kepada Pemerintah Kabupatem Bekasi dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang hanya datang melihat kondisi tanggul tanpa memberikan solusi untuk secepatnya diperbaiki. Padahal memiliki dana anggaran tanggap darurat untuk memperbaiki tanggul  yang nyaris jebol di wilayah tersebut.

Ketua Ormas Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Kabupaten Bekasi Johan mengaku sangat menyayangkan sikap Pemerintah dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang terkesan lamban dalam menangani perbaikan tanggul sungai Citarum.

“Iya aksi yang kami lakukan ini mengepung pintu masuk kantor Bupati Bekasi untuk secepatnya Pemerintah Kab.Bekasi memperbaiki tanggul Citarum yang nyaris jebol. Padahal Pemerintah memiliki anggaran covid yang luar biasa besar dan dapat dengan cepat memperbaiki tanggul Citarum seluas 700 meter,” tegas Johan Ketua Ormas Gibas Kab. Bekasi.

Johan juga menambahkan dirinya menyesalkan Bupati Bekasi yang menjadi orang tua di Pemerintahan ini. Karena warga yang datang dari jauh jauh di wilayah utara ini tapi tidak mau menemui warganya. 

“Kami warga yang datang dari jauh datang ke kantor Bupati Bekasi  dengan harapan dapat bertemu Bupati, namun nyatanya Bupati Bekasi sepertinya enggan untuk menemui kami, ” sesal Johan.