KLISE, KAB. BEKASI – Setelah terpilihnya Ketua Karang Taruna Tambun Utara Dwi Agam Wijaya melakukan konsolidasi dan musyawarah terkait perumusan pengurus dan program kedepan. Namun, rupanya rapat dan konsolidasi yang digelar tertutup oleh beberapa anggota Karang Taruna yang di pimpinnya menuai protes panitia Temu Karya dan pengurus lainnya.
“Ketua terpilih gagal paham, belum memiliki SK tapi sudah mengadakan rapat pengurus harian,” ujar salah satu panitia yang enggan disebut namanya.

Sementara, panitia dan pengurus lain pun menduga pertemuan tersebut termasuk konsolidasi terselubung Ketua Katar Terpilih guna merekrut para pengurus yang dikehendakinya.
“Mungkin pembentukan pengurus harian,” jelas mantan anggota Katar Tambun Utara.
“Belom dilantik udah SAH emang?,” tanya panitia Temu Karya.
Tak hanya itu, kabar mencuatnya seruan aksi ‘Tolak Keputusan Temu Karya Tambun Utara’ oleh beberapa elemen pemuda juga menjadi viral di grup WhatsApp.
Seruan aksi ini mencuat akibat tidak puasnya hasil keputusan Temu Karya kemarin. Pasalnya, keputusan tersebut telah mengangkangi ADART Karang Taruna.
“Kita menolak keputusan temu karya tersebut, karena tidak sesuai dengan ADART, dugaan adanya money politik, dan intervensi pihak luar,” tandasnya.***














