Seorang Karyawan Toko Karpet Ditemukan Tewas Dalam Keadaan Tertelungkup

KLISENEWS, KOTA BEKASI – Warga dikejutkan dengan penemuan seorang pria paruh baya yang merupakan karyawan toko karpet tewas di rumah kontrakannya di gang Al-Hikmah RW 001kp. Babakan kelurahan Mustikasari, Kota Bekasi pada Selasa pagi (29/06).

Korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya pada Selasa pagi sekitar pukul 10:00 wib. Saat itu rekan korban hendak mengantar sarapan kepada korban yang diketahui sakit sejak semalam.

“Menurut rekan korban bernama Afif selaku teman kerja di toko karpet, semalam sekitar jam 20.30 wib datang kekontrakan untuk mengantar nasi bungkus sekaligus mengantar motor milik Almarhum, kondisi almarhum sewaktu malam itu untuk nafasnya sudah terengah-engah, setelah itu Afif kembali lagi ke toko,” ujar Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol. Erna Ruswing Andari kepada media.

BACA JUGA : Sebelum Divaksin, 450 Warga Antusias Melakukan Scerining di Puskesmas Ciketing Udik

Setelah itu, pagi hari sekitar pukul 08:00 wib rekan korban tersebut kembali ke kontrakan korban bermaksud memberikan sarapan kepada korban. Rekan korban berusaha mengetuk pintu rumah kontrakan korban namun tidak ada jawaban. Merasa curiga, rekan korban kemudian membuka pintu rumah yang ternyata tidak dikunci.

“Setelah terbuka saksi melihat almarhum tertelungkup dan dibangunkan namun tidak bangun, selanjutnya saksi Afif kembali ke toko dan lapor sama Budi untuk cek Almarhum, dan setelah di cek ternyata almarhum sudah tidak bernafas,” tambahnya.

Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian yang ditindak lanjuti dengan meminta keterangan saksi. Petugas kemudian segera menghubungi satgas Covid-19 untuk melakukan pemeriksaan terhadap jazad korban.

BACA JUGA : Mengeluh Susah Bab dan Batuk-batuk Ibu RT Ditemukan Tewas

Setelah mendapat kepastian bahwa korban yang diketahui berinisial H (60) tidak terpapar Covid-19. Keluarga korban selanjutnya akan membawa korban ke wilayah Cakung Jakarta Timur untuk dimakamkan secara layak.

“Sebelum di bawa keluarga membuat surat pernyataan tidak bersedia di lakukan otopsi ataupun visum di Rumah sakit. Melainkan keluarga sudah menerima bahwa almarhum meninggal dunia,” pungkas Erna.