Euforia FUD Racing Championship 2026 Jadi Pemantik Mimpi Sepak Bola Indonesia

Panitia Pelaksana FUD Racing Championship 2026 berfoto bersama usai pelaksanaan Liga di Lapangan Desa Jejalan Jaya, Kecamatan Tambun Utara. [doc.klise]

KLISE, BEKASI – Turnamen pembinaan sepak bola usia muda U-9, U-11, U-13, dan U-15 mulai menunjukkan perannya sebagai ruang alternatif bagi talenta-talenta muda sepak bola Indonesia untuk mulai meniti karir sebagai pesepak bola profesional.

“Sejumlah pemain yang tampil dalam turnamen yang diinisiasi FUD Racing tersebut mulai mendapatkan perhatian dari klub-klub yang berlaga,”kata Ketua Pelaksana FUD Racing Championship 2026, Amsar Hermawan, Minggu (11/10/2026).

Tak pelak, ajang Liga FUD Racing Championship 2026 mendapat euforia para pemain muda yang ikut berlaga, banyak ragam yang menginspirasi anak-anak untuk lebih mencintai olahraga ini. Selain itu, euforia yang tercipta juga berpotensi menghidupkan kembali gairah kompetisi di tingkat lokal.

Pembukaan FUD Racing Championship 2026 di Desa Jejalen Jaya dibuka langsung oleh Pj Kepala Desa dan Pendiri FUD Racing Feri Adrian Dinata (Pakai topi putih red)

Salah satu siswa SSB Putra Dewata, Ruslan Abdul Ghani u-13, mengaku tujuan bermain sepak bola bukan hanya untuk menjadi juara, tetapi juga untuk membentuk karakter, mempererat persahabatan, menjaga kesehatan, dan menumbuhkan rasa saling menghargai.

“Menanglah dengan rendah hati, terimalah kekalahan dengan lapang dada, dan jalani setiap proses dengan penuh rasa syukur,” katanya penuh optimis.

Sementara siswa SSB Indonesia Muda u-15, Juned yang juga mengidolakan Calvin Verdonk, dan Paulo Dybala mengucapkan terimakasih atas adanya liga FUD Racing Championship 2026 dengan dukungan program yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Potensi pemain muda dapat dikembangkan secara optimal. Kita harus berani meningkatkan level agar bisa bersaing, termasuk dengan pemain naturalisasi. Jangan takut, justru itu menjadi pelecut untuk membangun mental bersaing,” ucapnya penuh harap.

Hal senada juga diucapkan oleh siswa SSB Tunas Mustika u-15, Rafa mengatakan Liga FUD Racing Championship 2026 ini sangat positif membangun bakat muda antar SSB lebih naik levelnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya FUD Racing, sepak bola kita semakin berkembang, lebih profesional, dan pemain muda khususnya di Kabupaten Bekasi bisa bersinar di level nasional,” ucapnya yakin.

Terpisah, Pendiri FUD Racing Feri Adrian Dinata mengatakan, pengembangan kompetisi kelompok usia dinilai penting untuk melahirkan pemain muda berkualitas yang mampu memperkuat tim nasional Indonesia.

Ia menyebut FUD Racing perlu terus mendorong kompetisi bagi kelompok usia dini untuk menemukan serta mengembangkan potensi pemain. Langkah tersebut dipandang sangat strategis demi menjaga pasokan talenta sepak bola nasional.

“Fud Racing harus terus mempromosikan kompetisi atau turnamen untuk kelompok usia 9, 11, 13, dan 15 tahun agar unggulan dan potensi para pemain muda ini dapat dikembangkan,” ujarnya saat berbincang dengan Klise News, dilapangan Jejalen, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, kompetisi kelompok usia dapat menjadi ruang untuk menghasilkan pemain berkualitas yang mampu bersaing dengan pemain lainnya.

Ia menilai ekosistem kompetisi juga harus mampu menghasilkan pemain muda berkualitas tinggi melalui proses pembinaan yang konsisten. Keberadaan iklim kompetisi yang sehat dinilai bakal membentuk mental serta stamina para pemain sejak dini.

“Intinya adalah pertandingan yang dimainkan oleh FUD Racing adalah melawan diri mereka sendiri,” tambah Feri Adrian Dinata. “Jadi, jika pemain mampu mencapai standar yang dibutuhkan, maka kesempatan untuk mengangkat trofi Piala nasional terbuka,”bebernya.

Feri Adrian Dinata juga menekankan pentingnya kemampuan individu sekaligus kekompakan tim dalam membangun kekuatan skuad nasional secara menyeluruh. Hal ini dirasa krusial agar permainan di lapangan dapat berjalan dengan maksimal.

“Sepak bola bukanlah permainan individu, melainkan permainan tim, permainan kolektif agar semua ini bermanfaat di lapangan,” tegasnya.

Ia berharap, semangat dari euforia FUD Racing dapat terus dijaga dan diarahkan pada pembinaan yang lebih serius. “Mudah-mudahan sepak bola kita semakin berkembang, lebih profesional, dan pemain muda Indonesia bisa bersinar di level internasional,”tandasnya.***