KLISE, CHINA, 26 Juni 2026 – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, melakukan peninjauan langsung ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah [PSEL] milik Wangneng Environment di China. Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan teknologi yang akan diterapkan pada PSEL Bantargebang, Kota Bekasi.
Proyek PSEL Bantargebang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional [PSN]. Pemerintah Kota Bekasi menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada 8 atau 9 Juli 2026, menyesuaikan agenda Presiden Prabowo Subianto.
Teknologi Digital & Terintegrasi
Sardi melihat langsung ruang kendali atau control room yang dilengkapi dashboard digital. Seluruh tahapan operasional, mulai dari penerimaan sampah hingga pembangkitan listrik, dapat dipantau secara real time.
“Semua proses operasional dikendalikan secara digital dan terintegrasi. Ini bukti pengolahan sampah modern memang mengandalkan teknologi,” ujar Sardi.
Kapasitas 1.500 Ton/Hari Jadi 15 MW Listrik
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendapat penjelasan kapasitas fasilitas Wangneng. Salah satu instalasinya mampu mengolah 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik melalui proses waste-to-energy.
Mekanismenya: sampah dibakar di tungku berteknologi tinggi. Panas pembakaran mengubah air menjadi uap bertekanan tinggi. Uap tersebut memutar turbin yang menghasilkan listrik.
Teknologi serupa akan diterapkan di Bekasi. PSEL Bantargebang ditargetkan menghasilkan sekitar 15 megawatt [MW] listrik dari sampah sebagai energi terbarukan.
“Kami sudah lihat langsung implementasinya. Lahan di Bekasi sekitar 6 hektare, teknologinya tidak jauh berbeda. Kami semakin yakin ini bisa jadi solusi sampah sekaligus penghasil listrik,” kata Sardi.
Transparan & Standar Emisi Ketat
Kunjungan diikuti unsur Pemkot Bekasi, DPRD, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan. Tujuannya agar semua pihak melihat langsung proses operasional secara transparan.
“Prosesnya mencakup penerimaan sampah, pembakaran, pengendalian emisi, hingga produksi listrik. Teknologi ini sudah diterapkan di banyak negara dengan standar operasional ketat,” jelas Sardi.
Wangneng Environment adalah perusahaan waste-to-energy asal China. Selain menghasilkan listrik, sistemnya dilengkapi pengendalian emisi dan pengolahan residu. Hal ini membuat volume sampah ke TPA berkurang signifikan.
Solusi Jangka Panjang Kota Bekasi
Melalui PSEL Bantargebang, Pemkot Bekasi menargetkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Proyek ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada landfill, menekan emisi gas rumah kaca, dan menyediakan pasokan listrik.
“Nantinya TPA Bantargebang tidak hanya jadi tempat buang sampah, tapi jadi sumber energi bagi kota,” tutup Sardi. ***














