KLISE, CHINA – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meminta Wangneng Environment Co., Ltd. memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik [PSEL] Kota Bekasi. (28/06/26).
Permintaan itu disampaikan Tri saat diskusi teknis bersama manajemen Wangneng usai peninjauan fasilitas PLTSA di Huzhou, China.
“Ilmunya Harus Tinggal di Bekasi”
Tri menegaskan, proyek strategis nasional ini harus memberi manfaat ekonomi langsung bagi warga, khususnya masyarakat Bantargebang.
“Saya ingin sejak pembangunan dimulai sampai PSEL beroperasi, masyarakat Kota Bekasi, khususnya warga Bantargebang, jadi prioritas penyerapan tenaga kerja,” ujar Tri.
Menurutnya, kehadiran PSEL tidak hanya soal teknologi, tetapi juga peningkatan SDM.
“PSEL harus buka lapangan kerja, naikkan keterampilan warga, dan jadi sarana alih pengetahuan. Ke depan, SDM kita harus mampu operasional fasilitas ini secara mandiri,” tegasnya.
Wangneng: Tenaga Ahli China Hanya Sementara
Menanggapi hal tersebut, Chairman Wangneng Environment, Mr. Shan Chao, menyatakan pihaknya akan menempatkan tenaga ahli dari China di tahap awal konstruksi dan commissioning.
Namun, peran mereka bersifat sementara dengan fokus utama transfer knowledge.
“Kami akan bawa tenaga ahli di awal. Tujuan kami adalah transfer teknologi dan pengetahuan. Setelah itu, operasional akan dijalankan tenaga kerja lokal yang sudah kami latih sesuai standar Wangneng,” kata Chao.
Bekasi Dapat Teknologi + SDM
Komitmen itu disambut baik Tri. Ia menyebut ini jadi keuntungan ganda bagi Kota Bekasi.
“Ini yang kami harapkan. Teknologinya datang ke Bekasi, ilmunya juga tinggal di Bekasi. Jadi yang kita bangun bukan hanya pabriknya, tapi juga SDM masyarakat Bekasi,” tutup Tri. ***














