Pengamat Keritik Weter Barrier di Bundaran Mall Ramayana Karawang

Bundaran Mal Ramayana Karawang di Tutup Pakai Water Barrier. (doc.satuarah)
banner 120x600

KLISE.NEWS, KARAWANG — Penutupan sebagian bundaran Mall Ramayana, Karawang dengan water barrier mulai dikeluhkan sejumlah warga. Penutupan ini disinyalir telah berlangsung lama sekira dua tahun tanpa mengenal waktu (hampir 24 jam-red), sebelum Covid-19 melanda Kabupaten Karawang.

Penutupan ini diklaim, selain mengganggu aksesbilitas warga menuju pusat Karawang Timur dan Klari, juga membuat beban ekonomi (BBM) warga bertambah karena harus memutar arah lagi ke depan Samsat. Keluhan itu akhirnya mendapat kritik dari pengamat kebijakan Pemerintahan, Asep Agustian yang akrab disapa Asep Kuncir (Askun).

BACA JUGA :
Anggota DPRD Jawa Barat Tolak Pajak Sembako

Askun meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang untuk tidak buta dan tuli dengan keluhan-keluhan warga perihal water barrier yang ada di bundaran Mal Ramayana.

“Kalau water barrier digunakan sebagai rekayasa mengurai kemacetan, itu sah-sah saja dan itu biasanya tentatif. Lah ini water barrier terpasang sudah hampir dua tahun dan hampir 24 jam. Memangnya di bundaran Mal Ramayana 24 jam macet terus? Kan Enggak,” tegas Askun.

Menurut Askun, saat ini bundaran Mall Ramayana cenderung tidak selalu macet. Pasalnya, anak sekolah diliburkan karena daring pembelajarannya dan karyawan tidak melalui akses tersebut. Akses ke bundaran itu hanya sedikit macet ketika ada kereta api lewat dan kereta lewat pun tidak setiap jam.