Wenny Haryanto Bersama BP2MI Edukasi Masyarakat Tentang TPP0

Foto bersama Gus Huda Sulistyo dan Staf Ahli Disnaker Kota Bekasi tentang TPPO di dunia kerja. [doc.klise]

KLISE, KOTA BEKASI – Anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto, bersama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Sebagai upaya mencegah dan mengantisipasi terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Tenaga Kerja mengadakan Sosialisasi Pencegahan TPPO, Kamis (25/7/2024) di kediaman LPM Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang.

Wenny Haryanto melalui Tenaga Ahli Gus Huda Sulistyo dalam arahannya menyampaikan, Tindak Pidana Perdagangan Orang, merupakan kejahatan luar biasa sehingga memerlukan penanganan dan pencegahan yang serius dan saling bersinergi dengan semua pihak terkait.

Menurutnya, TPPO adalah tindakan perekrutan, pengiriman atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan dan penculikan, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.

“Saat ini, korban perdagangan orang cenderung meningkat. Tidak hanya terjadi di tingkat internasional tetapi juga hingga kabupaten dan kota, oleh sebab itu sebelum terjadi korban di Kota Bekasi perlu kita sosialisasikan untuk mencegahnya,” kata Gus Huda.

Staf Ahli Disnaker Kota Bekasi Dra. Catur memberikan pemahaman kepada peserta sosialisasi tentang peran pemerintah dalam melindungi dan memastikan keselamatan pekerja migran Indonesia.

Dengan adanya informasi dan pemahaman yang diberikan melalui kegiatan ini, diharapkan para calon pekerja migran dapat lebih waspada dan mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menjaga diri mereka dari ancaman perdagangan orang.

“Kegiatan dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada aparat pemerintah yang bersinggungan langsung dengan kependudukan sehingga memahami bahaya atas akibat dari TPPO,” ucapnya.

Sekedar diketahui,acara ini diikuti para ketua RW dan ketua RT dan perwakilan masyarakat, alasan mengundang mereka adalah tangan kanan pemerintah yang ada dipaling bawah dan dekat dengan masyatakat, sehingga bisa memberikan edukasi dan pemahaman kepada warganya terkait pekerjaan di luar negeri sesuai prosedur yang ada.***

Penulis: Guns